jika ku ingat saat pertama bertemu,di sebuah kebun di kampus itu saat kau belum jadi miliku,ku ingat saat itu 15 januari 2006 di hari minggu yang cerah,pertama ku lihat wajahmu setelah 4 tahun tak bertemu,tampak wajah lelah da kusam,keluar kau dari sebuah kandang ayam yang penuh debu bertebaran.
kau tak seperti dulu saat kita bertemu 6 tahun yang lalu,tanpa kau sadari kau ganggu aku dengan pesonamu,entah apa yang membuat ku selalu kembali ke kotamu,hingga 7bulan berlalu kumasih tak tau tujuan ku sendiri,tak kurang 2 jam perjalanan ku tempuh tiap minggunya,lelah kadang tangan ini menarik gas dan rem berulang 2 sepanjang tepian kota itu,kadan kau buat ku menggis saat tak sengaja kau biarkan aku berharap sesuatu dari perjalanan itu,di lain waktu kau biarkan ku naik kesurga walau hanya sesaat saat keu lemparkan sebuah senyuman penuh pesona.
oh tuhan apakah ini jalan yang selalu kau janjikan,jalan yang terjal,dan berliku yang kan membuatku lelahdan terkulai saat ku mencapainya.tapi apakah yang ku cari ada disana,semuany tertutup kabut tebal seiring kehebatanya menutupi apa yang dia fikirkan,hingga sautu saat kuputuskan akan ku capai atau ku tinggalkan semua 27 agustus 2007 sehari menjelang wisua S1nya,entah apa yang membuatku bertahan menunggunya hingga saat itu akhirnya kutanyakan juga kepadanya,maukah kau menemaniku untuk merajut masa depan…..(dia pun terdiam sesaat,kamera berputar) tanpa jawaban dia masih terdiam,lalu ku tinggalkan dia sejenak,membiarkan dia mencari kamus untuk mengartikan kata kata ku tadi,akhirna malam menjelang malam namun di tak jua memberikan jawaban.tak sabar ku tunggu akhirnya kutinggalkan dia disanan,ditempat yang seharusnya.
tepat 5 menit sebelum pukul 12 teng,saat ku masih memacu motorku menuju rumah seorang kawan di tengah jalan baypas tiba tiba hapeku berbunyi,nada gitar elektrik yang cukup berisik di tengah jalan yang sepi itu,ku hentikan lajuku”ada apa,ada yang bisa ku bantu?”lalu terdengar suara diujung sana:”aku mau mencoba dan belajar hidup bersamamu”…………auoooooo
Setelah mendengar kabar itu,istriku segera dioperasi….detak jantungku semakin berpacu,panasnya udara bekasi mengextrak peluh dari pori pori,tak sempat mandi ku bergegas pergi,,tiap putaran roda bus itu terasa sangat berarti semakin ku tunggu semakin lama pula waktu berlalu.untunglah 1 jam tetaplah 60 menit,kurang dari 6 jam perjalanan tlah kulewati,setiba disana segera kulangkahkan kaki menuju rumah sakit (dijemput masa jalan).di satu kamar itu tampak sesosok bidadari tengah terkulai diatas ranjang tampak keteganan dalam wajahnya,di usapya bagian tubuh yang membesar itu,dia gugup,dia gundah dia resah.andai dia sempat memperhatikanku …akupun sama sayang ku,akupun takut sayang ku,namun aku harus lebih kuat darimu,karna aku harus begitu.sepanjang malam dia coba pejamkan mata ku tahu dia tak bisa,ku hanya mengawasi dibalik tirai yeng memisahkan antara aku dan dia.hingga pukul 5 dini hari selepas bersujud pada Tuhannya di bisa tertidur dengan pulasnya
“Siapa yang mau ambil darah”tiba tiba sesosok wanita setengah baya menghampiri ruangan itu tanpa pikir panjang ku bergegas pergi dengan berbekal surat pengatar ,sesampai disana ku tungggu hampir 45 menit tak kunjung selesai entah apa yang mereka lakukan disana padahal disini ku menghitung putaran waktu hampir jam 7 ,,hai cepatlah dikit istriku mau operasi ingin rasanya ku teriakan kata -kata itu namun otak ku masih bisa ku kendalikan,7:10 ku tancap gas bergegas kembali ke rumah sakit,dan apa yang kutemui ternyata dokternya telah.pufff untunglah,tepat jam 8 opersi segera dilakukan,didorong tubuh istriku kedalam sebuah kamar di lorong itu,berbalut kain putih tampak raut resah di mukanya,ingin rasanya ku temani kau cinta,ku pegang erat tangan mu saat kau akan menghadapinya namun prosedur tetap prosedur yang tak bisa ku lewati begitu saja.kami duduk didepan ruangna itu ,kuikuti langkah mertuaku pergi ke belakang rumah sakit itu ternyata ada juga mushola di rumah sakit itu walau kondisinya alakadarnya (maklum itu rumah sakit yayasan sebuah agama) ku ambil kembali air tuk bersihkan diriku,kusujudkan kembali diriku,kubungkukan dihadapanmu,kutangadahkan kedua tangan ku Tuhanku tolong temani dia menghadapi saat antara hidup dan mati,saat dia berjuang sendiri tanpa diriku,ku kembali ke muka ruangan itu ku lihat kedua ibuku menangis tersedu,mungkin mamang itu sifat wanita,ku coba tak ikuti mereka hanya demi menjaga harga diri sebagai laki-laki,8:30 pintu itu terbuka diiringi tangisan lantan sesosok bayi laki laki,bayi ibu Ima itu kata 2 yangku dengar kuikuti langkah wanita itu menuju tempat rawat bayi,disana kulihat dirinya tuk pertama kali sesosok bayi laki laki setinggi 50 cm seberat 3.3 tangisannya yang lantang membuatku merinding ,”My Hero was born”sampai saat ku triakan nama Tuhannya akupu menangis ,kuteteskan air mataku padanya terimakasih Tuhanku kau ijinkan AKu mengemban tugas ini,dimana tak semua pria kau percaya melakukanya tanpa kusadari istriku masih tertinggal disana ,15 menit berselang di keluar dengan tubuh lemas tak berdaya kubisikan padanya kau jadi Ibu sayang ku.tampak raut bahagia di wajahnya,walau entah seberapa besar sakit yang ia alami saat itu tapi ku yakin sakitnya tak sebanding dengan bahagia yang kami alami…Oh Thank God
dan ku beri nama dia “Reyhan Ilman Rafidan”
Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi ….itu mungkin sebait lirik dari peterpan yang saat itu sedang kurasakan,kamis 07 mei 2009.hatiku mulai gelisah dari pagi udah planningin segala hal untuk week end takutnya ga sempet untuk lembur,waktu terus berputar hingga menembus pukul 11:40 huh waktunya makan perut sudah ga kenal kompromi nasi padang di pojok kantin jadi tujuan..aku kenyang tapi masih resah,akhirnya kucoba pejamkan mata sejnak untuk tenangkan kembali aliran darah di vena dan alteri.kendati pata terpejam dan badan kurebahkan namun aku tak bisa mengusir resah ini,apa kabar istriku disana,sudah lewat 4 sejak tanggal kelahiran yang seharusnya seperti apa yang di ramalkan dokter.tepat pukul 1aku beranjak mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajibanku,lebih tenang rasanya setelah kubasuh sebagian tubuh denga air dari kran…selepas itu aku kembali ke tempat ku berkerja belum berapa lama salah satu tamanku mengundangku untuk meeting huh,makin tak karuan saja rasanya,sampai akhirnya pukul 15:00 kaka iparku telepon”cepat pulang besok pagi istrimu dioperasi”gila tanpa pikir panjang langsung kubergegas pergi tinggalkan ………to be continue